Posted by : Sanguine bercerita tentang hidup
Senin, 18 Juni 2012
PERANCANG PESAWAT TERBANG
Dalam kamus
kedirgantaraan, nama Sir George Cayley, Otto Lilienthal, Santos Dumont dan
Wright Bersaudara, diknal berjasa merintis dunia penerbagan hingga menjelma
menjadi industry modern seperti sekarang ini. Mereka dianggap sebagai sosok
yang paling berjasa dalam menciptakan sarana transportasi udara.
Entah ini
kesengajaan atau memang seperti pepatah bahwa sejarah hanya miliki para
penguasa. Demikian juga dengan pencapaian teknologi dan supremasi ilmu
pengetahuan.
Tapi, perintis
sesungguhnya bagi teknologi pesawat udara ini adalah ilmuwan muslim Abbas Ibnu
Firnas. Hal ini dibuktikan dengan ditemukanya beberapa manuskrip kuno yang
menandaskan bahwa, Abbas Ibnu Firnas tercatat sebagai orang pertama yang
melakukan pendekatan sains dalam mempelajari proses terbang, Ibnu Firnas pun
layak disebut sebagai manusia pertama yang terbang, ribuan tahun sebeluWright
Bersaudara yang berhasil melakukanya.
PRODUK ANDALUSIA
Sebenarnya,
ilmuwan ini memiliki nama panjang, Abbas Qasim Ibnu Firnas serta dikalangan
Barat lebih dikenal dengan nama Armen Firman. Dia dilahirkan pada 810 Masehi di
Izn – Rand Onda, al- Andalus ( kini Ronda, Spanyol ). Tidak semata memiliki
keahlian kedirgantaraan, dia juga dikenal
sebagai ahli dalam berbagai disiplin ilmu. Selain seseorang ahli kima, humanis,
musisi, ahli ilmu alam, penulis puisi, dan seorang pegiat teknlogi. Pria
keturunan Maroko ini hidup pada saat pemerintah Khalifah Umayyah di Andalusia (
Spanyol ). Pada tahun 852, dibawah pemerintah Khalifah Abdul Rahman II, saat
itu Spanyol tercatat 800 tahun dalam naungan Islam. Bahkan, pada masa Abdul
Rahman III ( 912 – 1031 ), Andalusia dan ibukotanya Cordoba mengalami kemajuan
yang sangat pesat dalam berbagai bidang, sampai puncak kejayaannya. Pelecut
utama dunia ilmu pengetahuan sehingga berkembang pesat karena sang sultan
berhasil menggali sumber daya manusia dan ekonomi tanah Spanyol. Dari SDM dan
ekonomi ini berakibat pada tereksplorasinya kekayaan alam yang berlimpah ruah.
Pada saat bersamaan Ibnu Firnas memutuskan untuk melakukan uji coba terbang
dari menara Masjid Mezquita di Cordoba.
Untuk mewujudkan
idenya, dia menggunakan semacam sayap dari jubbah yang disangga kayu. Sayap
buatan itu ternyata membuatnya melayang sebentar diudara dan melambat jatuh. Iapun
berhasil mendarat walau dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu Firnas
inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama didunia. Dengan
keberhasilan yang didapat, ia tidak lantas berpuas diri. Beberapa penelitian
kembali dilakukan serta dikembangkan tentunya dengan konsep serta teori yang
diadopsi dari gejala – gejala alam yang kerap diperhatikan.
Saa usia 65 tahun,
ia merancng dan membuat sebuah mesin terbang yang mampu membawa manusia.
Setelah vers finalnya berhasil dibuat, ia sengaja mengundang orang orang
Cordoba untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di Jabal al – ‘Arus (
mount of the bride ) di kawasan Rusafa, dekat Cordoba.
Penerbangan
disaksikan asyarakat dan terbilang sukses. Sayangnya, karena cara meluncur yang
kurang baik, ia terhempas ke tanah dan cedera pungung sangat parah. Kecelakaan itu
terjadi karena ia lalai memperhatikan bagaimana burung menggunakan ekor untuk
mendarat. Dia pun lupa menambahkan ekor pada model pesawat laying buatanya.
Abbas Ibnu Firnas
wafat pada tahun 888, dalam keadaan berjuang menyembuhkan cedera punggung yang
diderita. Walaupun percobaan terbang menggunakan sepasang sayap dari bulu dan
rangka kayu tidak berhasil sempurna, gagasan inovatifnya dipelajari oleh Roger
Bacon, 500 tahun setelah Firnas meletakan teori dasar peswat terbangnya. 200
tahun setelah itu ada Bacon dan brulah konsep dan teori pesawat terbang
dikembangkan ( by : Aula edisi Mei 12)

