Archive for April 2013

Rabu, 17 April 2013
Bersama Temen SMA : dari Kiri Penulis, Umi, & Ifa
Nah senyum yang tulus dari raut wajah menandakan kegembiraan menyambut keksongan jam sekolah, hal ini pasti juga hal yang paling ditunggu oleh ribuan siswa lainya.



WVD : Hilda memberikan susu kepada pejalan
Foto ini diabadikan saat WVD tahun 2012, Hilda ini adalh temen penulis, berasal dari daerah yang sama, tapi beda SMA, dan sekarang satu jurusan sama penulis, di Pendidikan Dokter Hewan UB angkatan 2011. kelihatan banget kan kalau ini senyum yang gak dibuat buat, apalagi yang nerima bingkisan, beh seneng banget mesti, dapet susu gratis




Tari Meliwis asli Bojonegoro
Yuhuu ini adalah Tari Meliwis Putih, Asli Kota Bojonegoro. foto ini diambil saat penulis masih duduk dikelas XII SMA, Lemah gemulai dari penari membuat penulis gemes dan pengen mengabadikan.



Me
kalau pembaca tau, sebenarnya penulis lagi ngejalanin try out SMA, karena sangking gampangnya (eitdah) penulis sampai bisa main jepret jepret, sekalian ngambil rekaman buat video Malam pelepasan. ini diambil saat penulis kelas XII SMA akhir, alias menjelang ujian


ini harusnya pohon, tapi malah jadi lolipop
Nah ini karya penulis, kalau lagi bengong biasanya penulis hobi banget ngutek ngutek corel draw X4 yang ada di laptop . nah pengenya ini buat pohon, eh tapi kok malah ada yang bilang kayak permen, hadee penulis kayaknya mesti banyak belajar lagi nih



Bunga Yang Menusuk Jariku
Nah ini juga karya penulis pakai corel draw X4, ini diabadikan sesaat setelah penulis mencoba memegang bunga putri malu, eh ternyata putri malunya berduri, akhirnya darh mengucur dari jari kecil penulis ( agak alay sih).


Pesona Dibalik Ekspresi

Posted by Sanguine bercerita tentang hidup
Senin, 08 April 2013

           Gundah akhir akhir ini kerap datang, barangkali gundah salah kamar, karena nama saya bagio, kependekan dari bahagia bukan kalut,sedih,atau anung yang merupakan kependekan dari termenung. Malam ini mungkin salah satu proses dari hidup saya menuju tahap “hampir” gila. Tentu saya gak mau “benar – benar “ gila datang menjemput saya. Ditemani secangkir kopi, tanpa sebatang rokok, tanpa korek, dan tanpa asbak. Tau alasanya kenapa tidak ada aroma tembakau, ya karena saya calon dokter. Itu kata Bunda saya.
            2 tahun yang lalu saya diterima di Jurusan Pendidikan Dokter, disalah satu Universitas terkenal di Kota Malang. Jurusan yang “orang tua” saya banggakan. Sebenarnya saya sedikit terharu, karena membuat saya agak terlihat pintar dibanding para lelaki yang lain. Sedikit banci jika dibanding para kesatria teknik, dan jauh lebih pendiam daripada lelaki penegak hukum.
 “Bagio, gimana Ujian Praktikum Anatomi nya?” kata salah satu temen cewek saya, “ hampir sempurna” balas ku, tapi itu setahun yang lalu
“Bagio, gimana ujian PMP nya? Gampang kan?” kata cewek yang setahun lalu bertanaya kepada saya, “yah gampang banget, sampek saya lupa untuk mengerjakan” jawab saya, dan ini yang sekarang terjadi kepada saya, Bahagia.
            Saya tak pernah menyalahkan siapapun, karena ini tanggung jawab saya, telah memilih masuk ke bidang yang awalnya saya sangat suka. Sumpah kalau saya tau dari awal kalau ini sungguh menjenuhkan, saya berjanji tak akan masuk ke jurusan paling mulia setelah guru. Saya tau orang sungguh membutuhkan saya kelak, tapi saya amat tersiksa. Saya tak punya waktu hanya sekedar menulis cerita di lembaran kertas, atau bahkan menghabiskan setumpuk antologi karya orang yang sangat saya puja. Bahkan saya membenarkan sosok Mingke dalam Anak semua Bangsa ( buku ke 3 tetralogi Bumi Manusia ) yang rela dikeluarkan dari STOVIA demi istri dan pekerjaanya. Jika pun saya berada disini tanpa bantuan orang tua saya, saya pasti sudah memilih keluar dan mencari jati diri. Ketika Cinta itu sudah tidak ada, bagaimana bisa mendalami dengan begitu nikmat seperti melahap suguhan.
            Saya cinta Bunda, bahkan jikapun saya dianggap lelaki paling cengeng, tak masalah, toh semesta masih berpihak kepada saya. Setiap jemari ini menggoreskan sesuatu, rasanya nikmat senikmat nikmatnya, nampaknya Tuhan lebih senang saya bercumbu dengan tinta dan kertas, ketimbang buku buku bergambar rangka dan musculus. Ibarat enzim, saya telah menemukan substrat yang tepat, sehingga menimbulkan sebuah reaksi. Ingin rasanya saya mengatakan kepada bunda “ bagio ingin jadi penulis, bukan dokter “ tapi senyum bunda terlalu manis sehingga tak sanggup saya melupakanya.
            Setiap malam, saya, bagio, mencoba menguatkan batin, mencoba berkenalan dengan penyakit yang aneh aneh, berkenalan dengan antibiotik dan beberapa jenis obat, mencoba mencintai ilmu jahit menjahit. Setiap malam, dan setiap malam. Memupus harapan mengulang kesuksesan sosok Pram, meretas harapan baru menjadi Soetomo di masa depan. Saya masih ingat kutipan kata dari Khrisna Pabichara “hidup bukan rentetan kenikmatan belaka, kadang kita butuh kegagalan untuk memahami betapa nikmatnya keberhasilan”


Akhirnya hari itu datang juga, ya 5.5 Tahun selesai. Dan kini bertambah gelar dokter didepan nama saya. dr.Bahagia, begitulah saya dipanggil, rasanya taka da bangganya. Tapi batin bak dibanjiri antigen yang menimbulkan sesak, kemudian tawa bunda muncul sebagai antibody yang melisikan antigen tersebut.
“apakah anda benar bunda saya?” Tanya saya, Bagio
“kenapa kau bertanya seperti itu nak?” Tanya bunda keheranan
“kenapa bunda tidak kenal saya?” aku membalikan pertanyaan
“ Bunda bukan tidak kenal, tapi karena bunda tau apa yang terbaik buat bagio” balasnya
“ tapi bukan yang tepat untuk bagio, ijazah dokter ini buat bunda, bagio akan kejar apa itu bahagia” kataku agak kasar
“ kejar apa itu bahagia itu nak, , kamu telah berkorban untuk kebahagiaan orang disektarmu, bunda yakin suatu saat aka nada orang yang mau berkorban untuk kebahagiaanmu. Dan satu hal sejahat apa pun bunda dimatamu, bunda adalah bunda, bunda dari bahagia, bukan bunda dari kalut,gundah atau galau” tutur bunda dengan tenang
“ saya percaya, bunda adalah bunda, bunda dari bahagia” balasku sambil tersenyum
Kupeluk bunda, bunda yang sudah memberi pelajaran bagaimana saya harus tetap pada pendirian, dan mengajarkan bagaimana saya harus berusaha mengejar cita cita saya, yang seolah tidak mungkin. Lakukan apa yang membuatmu nyaman dan maksimal bermanfaat untuk orang lain

Are You My Mom??

Posted by Sanguine bercerita tentang hidup

            Hampir saya lupa, eh tepatnya memang saya sudah lupa. Kemarin (4/4) adalah ultah atau U-L-A-N-G-T-A-H-U-N dari salah seorang teman, hanya teman. 5 Tahun yang lalu Tuhan begitu indahnya, sengaja mempertemukan rumput kecil dengan ilalang yang begitu besar. Tumbuh dalam almamater yang sama, semakin tumbuh dan semakin tumbuh.
            5 tahun lalu saya dan “dia” bertemu pandang, dipelataran sekolah kami yang penuh kenangan, saya masih ingat betul saat itu. Dia dengan gagahnya berbicara layaknya seorang presiden, wibawa dan charisma begitu kental bersamanya. Cerita lama, memang cerita lama kemudian. Saya tidak menyangkal bahwa hati saya seolah telah dibuatnya berbunga bunga. Tak ada hari tanpa sebuah cerita tentang dia.
            Hari berikutnya, saya tidak percaya rasanya ketika canggung mulai bersembunyi diantara kita, tangan begitu kaku untuk hanya saling bertegur sapa. Matapun hanya bisa melihat kebawah seolah tertarik oleh gaya gravitasi bumi, untung saja mata ini tidak copot begitu saja. Saya benci kondisi seperti ini, tak ada senyum yang terlintas, hanya mata lebar yang bisa dipandang, itu pun tertutup kaca mata tebalnya.
            Hari hari selanjutnya tetap tak begitu menyenangkan, hingga akhirnya dia terpilih menjadi presiden, presiden siswa siswi SMA kami yang penuh kenangan. Karismanya begitu luar biasa, bahkan kami sebagai warga SMA lebih senang mendengarkan “dia” berpidato ketimbang kepala sekolah. Ketika berbicara “dia” layaknya Bung Karno saat berorasi, menusuk jiwa, dan membakar semangat. Pidato selalu ditutup dengan senyum termanis yang hanya dia seorang miliki. Sejujurnya saya tidak suka “dia “ menjadi setenar ini, banyak sekali para kartini kartini dimasa depan mulai menyimpan rasa atau hanya sebatas menebar dercak kagum. Saya hanya tertawa dan tak hentinya menatap setiap pasang mata yang mencuri pandanganya.
            Cerita ini berakhir sedikit suram, akhirnya “dia” menemukan pujaan hatinya, Hanya Wanita BIASA, sedikit lebih pintar memang jika dibandingkan saya. Hati ini tidak membencinya, tetap sama, kemarin,kini,dan esok.. mata ku ini sudah memilih hatinya, tetapi matanya lebih memilih hati yang lain. Saya hanya bisa berdoa untuk keselamatan dan berkah senantiasa menyelimuti “dia” dan berharap “dia” dan dia yang lain saling melepas diantara mata & hati yang pernah terikat oleh benang bernama cinta.
            Paling malas sebenarnya berbicara masalah CINTA. Saya hampir tidak percaya, karena setiap hati yang saya pilih selalu lari begitu saja, dan memilih hati yang lain. Hingga saya bosan dan tidak pernah lagi merasakanya. 5 tahun dari 5 tahun yang lalu, kini aku dan dia berjalan ditahun yang sama, terpisahkan lumpur dan tebing yang menjulang tinggi. Bahkan saya sudah lupa tidak pernah menyebut namanya, sesekali ingat tapi hanya sekelebatan. Karena hati ini sudah memilih mata dan hati yang lain. Meski “dia” sudah tak bersamanya, saya kira hatinya masih memilih hati dari “dia”.
            Terakhir selamat berusia 20, usia penuh kematangan dan tantangan. Semoga suara lantang dan menggelegar “dia” benar benar mengantarkanya tidak hanya sekedar menjadi orang biasa. Saya yakin suatu saat “dia” akan menjadi sosok yang bermanfaat dan mampu mengayomi rakyatnya layaknya saat pertama kali kita bertatap mata. Semoga yang diatas senantiasa menjaga hatinya untuk dia dan Tuhan menjaga hati saya untuk melepas “dia”
Add caption

For My Long Story

Posted by Sanguine bercerita tentang hidup

Pengikut

My Home

Jln. Bengawan Solo no.93 RT.02 RW.01 Kanor Bojonegoro

About Me

Min Rohmatillah, biasa dipanggil Iin, Lahir di Bojonegoro 14 Juni tahun 1993. TK ABA, MI ALFALAH, SMP N 1 SUMBERREJO, SMA N 1 BOJONEGORO, sedang menempuh Pendidikan Dokter Hewan. Punya Motto Good No God = 0, Menyukai design grafis dan punya mimpi jadi dokter hewan ditengah hutan pulau Borneo

Copyright © Min Rahmatillah -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan